Model Pembelajaran Talking Stick
Model Pembelajaran Talking Stick adalah model pembelajaran dengan bantuan tongkat sebagai alat penunjuk giliran. Siswa yang mendapat tongkat akan diberi pertanyaan dan harus menjawabnya. Kemudian secara estafet tongkat tersebut berpindah ke tangan siswa lainnya secara bergiliran. Demikian seterusnya sampai seluruh siswa mendapat tongkat dan pertanyaan.
Tahap - tahap pelaksanaan model pembelajaran Talking Stick menurut racmad widodo (dalam http://wyw1d.wordpress.com/2009/11/09/model-pembelajaran-16-talking-stik/) dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
2. Guru menyiapkan sebuah tongkat.
3. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi lebih lanjut.
4. Setelah siswa selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunya dan mepersiapkan diri menjawab pertanyaan guru.
5. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, jika siswa sudah dapat menjawabnya maka tongkat diserahkan kepada siswa lain. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
6. Guru memberikan kesimpulan.
7. Evaluasi.
8. Penutup.
Kelebihan Model Pembelajaran Talking Stick antara lain :
1. Menguji kesiapan siswa
2. Melatih murid membaca dan memahami secara cepat
3. Membuat siswa lebih giat belajar
4. Membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan
Kelemahan Model Pembelajarn Talking Stick antara lain :
1. Membuat siswa senam jantung
2. Membuat siswa minder karena belum terbiasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar